PELUKAN YANG MENYIKSA
Oleh Fira Muthia
Untuk kamu yang tak dapat lagi ku jangkau..
Semakin mencintaimu, semakin sakit rasanya
Entah racun apa yang kau berikan..
Tak sanggup ku melawannya.
Aku memang tertawa lepas didepan banyak orang
Aku memang selalu terlihat baik-baik saja.
Aku memendam perihku seorang diri.
Hanya tuhan yang tahu kapan aku menangis.
Tuan, apa kau masih mempunyai hati?
Apa kau tak sadar betapa besar pengorbananku?
Untuk melihat mu tersenyum...
Aku membunuh diriku sendiri.
Air mata ku menetes setiap mengingatnya
Perbedaan mu dulu, dan sekarang..
Kenangan dibenakku masih terekam tajam
Sedangkan engkau?
Kau bakar semua kenangan kita dimasa silam
Dengan mudahnya dirimu melepaskan ku
Dengan mudahnya dirimu mendapat pengganti ku
Sedangkan aku hanya bisa meronta..
Menangisi dirimu yang menghilang perlahan
Betapa bodohnya diri ku.
Mempercayai janji mu yang kau ucapkan ke setiap gadis
Membanggakan dirimu,
Yang ternyata menikam diakhir cerita
Kamu memelukku,
Lalu membuatku tersiksa dengan pelukanmu itu
Tuan.. doa ku masih menyertaimu..
Walau diriku sudah binasa dari hati mu
Hanya mengingatkan,
Aku manusia.. bukan boneka.