🪷 Bijaksana

PELUKAN YANG MENYIKSA

Oleh Fira Muthia

Untuk kamu yang tak dapat lagi ku jangkau.. Semakin mencintaimu, semakin sakit rasanya Entah racun apa yang kau berikan.. Tak sanggup ku melawannya. Aku memang tertawa lepas didepan banyak orang Aku memang selalu terlihat baik-baik saja. Aku memendam perihku seorang diri. Hanya tuhan yang tahu kapan aku menangis. Tuan, apa kau masih mempunyai hati? Apa kau tak sadar betapa besar pengorbananku? Untuk melihat mu tersenyum... Aku membunuh diriku sendiri. Air mata ku menetes setiap mengingatnya Perbedaan mu dulu, dan sekarang.. Kenangan dibenakku masih terekam tajam Sedangkan engkau? Kau bakar semua kenangan kita dimasa silam Dengan mudahnya dirimu melepaskan ku Dengan mudahnya dirimu mendapat pengganti ku Sedangkan aku hanya bisa meronta.. Menangisi dirimu yang menghilang perlahan Betapa bodohnya diri ku. Mempercayai janji mu yang kau ucapkan ke setiap gadis Membanggakan dirimu, Yang ternyata menikam diakhir cerita Kamu memelukku, Lalu membuatku tersiksa dengan pelukanmu itu Tuan.. doa ku masih menyertaimu.. Walau diriku sudah binasa dari hati mu Hanya mengingatkan, Aku manusia.. bukan boneka.