🪷 Bijaksana

PEKAT HITAM DIRELUNG HATI

Oleh  Safarudin Ingin kutitipkan gejolak antara seruan bayu Biar diredam seluruhnya dalam warna sayu Melebar pada ukiran hari dan pernah layu Jadi lapang tanpa kecamuk emosi merayu Tanganku lemah menyangga lembaran langit Meski diiris hingga sisa bagian paling sempit Sedang tak terhitung luasnya, teramat rumit Pun tak tergenggam puingnya, terlampau sulit Penat sungguh dirasa jejaki paparan hidup Pengap pula nafas ini saat udara coba dihirup Tak tersadar bahagia, direlung hati lamaterliup Di penguburan kelam, ditengah batas tertutup Debu jalan itu menyesak penuh serpih pekat Terlalu hitam hingga tiada lain yang melekat Hingga lelah jua langkah begitu memberat Layaknya gunduk beban, tak kan terangkat Kini, segenap sanubari memaksa tuk terdiam Tak lagi peduli pada sembilu pedih merajam Tiada beranjak, dalam deras pilu tenggelam Jenuh berkutat bersama sakit yangmenghujam. Sidoarjo, 12 juli 2014

Puisi Lainnya

SEKILAH TATAPAN PENYESALANMU KASIH DALAM KEADAAN INI KAU PIKIR RINDU ITU TAK MENYIKSA