PATAH HATI 2
Oleh Masita Arianti
Bukan hanya mata yang menangis tapi hati...
Hatiku juga terasa sakit...
Dan hatiku juga menangis...
Aku telah kehilangan sosok... Penyemangat belajarku...
Aku telah kehilangan sosok inspirasiku...
Aku telah kehilangan separuh dari kebahagiaanku...
Aku yang merusaknya...
Dan aku juga yang menghilangkan itu...
Aku harap...
Aku dapat memperbaiki semuanya nanti...
Waktu dua tahun berpacaran itu bukanlah waktu yang sebentar...
Banyak cerita di dalamnya...
Dan banyak pelajaran yang ada di dalam dua tahun itu....
Cerita hanyalah cerita bukan lagi sebuah kenangan indah yang dapat diingat....
Dan dijadikan sebuah lelucon dalam pesan singkat....
Aku telah merindukanmu sejak satu tahun...
Tetapi rindu itu sedikit terobati oleh kehadiranmu kemarin...
Namun kini aku akan tersiksa lagi oleh perasaan rindu...
Namun kali ini aku siapa?
Untuk merindukannya saja aku tidak mempunyai hak lebih...
hanya sebatas sahabat...
Hatiku...
Diriku...
Mataku...
Tanganku...
Akan merindukan dirimu...