🪷 Bijaksana

PARADISE

Oleh Enni Ratna

Bumiku tengah menangis Suaranya parau terdengar mengiris Pilu kalbuku menatap tanahku Bersimbah darah jasad kakuLihatlah.. Manusia macam apa mereka Bergumul dengan perdebatan Lalu meletuslah perang Yah perang saudara.. Bukankah kita dari satu ayah dan satu ibu Hawa dan adam begitu yang ku tau Lalu mengapa mereka pongah Bukankah lebih indah Bila tangan kita saling berpegangan Saling menopang berdiri Agar tak terjungkal pada cadasnya kehidupan Di luar sana Mereka saling menudingMenghasud, Menjatuhkan nilai nilai agama yang lain Seakan reankarnasi sengkuni berhasil hidup Menyusup pada raga yang pongah itu Mereka menyebut diri ber agama Menggencarkan dakwah Lalu menghancurkan ukuwah Saling merangkul Kemudian bahu membahu memukul Mendidik tunas bangsa Lalu membidik pemimpin pemimpin mulia Itukah kelakuan manusia ber akal..?Diamlah.. Aku tak berbicara tentang agamamu Atau lebih meninggikan agamaku Aku berbicara tentang hati Yang terkikis oleh ketamakan naluri Mataku haus akan indahnya damai Telingaku lapar santun kata terurai Setiap penjuru negeri meraung ngeri Disuguhi warta menyayat hati Media malah semakin mencuat Entah itu kabar benar atau cuma penghangat Hanya satu dua yang memaparkan kebenaran Selebihnya menjual tulisan tak bermoral Menghitamkan putih Memutihkan hitam Benar benar kelakar manusia tak bermoral Menghancurkan saudara sendiri Demi pundi pundi materi Dimana lagi tanah yang dapat di injaki kaki Tanpa takut ranjau ranjau melumat nyali Bumiku tengah menangis Suaranya parau terdengar mengiris Tak tercium lagi harum aroma paradise Hanya bau darah bangkai pribumi yang amis..