🪷 Bijaksana

PARA PENYAIR

Oleh Rio Nur Arifin

Dalam hal ini, aku dan kamu hanya penyampai pesan Dari laku alam, yang paling-paling masih seputar embun, hujan, mimpi, senja, bulan, bintang, angin, matahari, dan daun-daun Yang semuanya disangkutpautkan dengan hati Maka mereka yang tak paham dunia kita mulai bertanya tentang fenomena Dalam hal ini aku dan kamu hanya penyampai pesan Yang datang tapi tak menjawab Yang pergi tanpa memberi Yang kita sampaikan hanya bait tanpa arti Sebohong senja yang membunuh siang Sepahit air nira yang semanis madu Katamu, gelap adalah ketiadaan cahaya Lalu kamu mulai mengada-ada tentang materi gelap Aku percaya keduanya Karena dulu ketika aku tak melihatnya, hanya ada dua kemungkinan Karena tak ada cahaya, atau karena tertutup gelap Sekarang aku tak melihatnya karena memang dia tak ada Ada kata yang begitu rumit, Hingga tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu Lalu kau bilang itu sederhana Kau pikirlah bagaimana perasaan kayu Sederhana adalah duduk di teras rumah dengan kaki dilipat, Memandang jalanan dan orang lewat sambil ngobrol dengan bapak Sederhana adalah menuangkan teh hangat di cangkir di pagi hari, Menghadap matahari pagi yang masih merah Bagiku, hujan adalah hujan saja Bukan percikan air kehidupan yang jatuh bersama hembusan angin diakhiri harmoni 7 warna pelangi Bagiku, bulan adalah bulan saja Bukan sang dewi malam yang menerangi hati, Di malam yang dingin menusuk kulit ari lalu membunuh sadar perlahan mengantar ke gerbang mimpi Lalu hidupku yang begitu remeh ini Aku tak ingin menipunya dengan kata-kata indah dalam puisiku Jangan pula rancukan pikirannya dengan puisi-puisimu

Puisi Lainnya

KISAH TANPA NASKAH Oleh Rio Nur Arifin BOLEKHAH AKU? Oleh Rio Nur Arifin