PALSU
Oleh Ririz Wardinata
Sepolos bulan dikala dia disebut purnama
Terkadang menambah kesepian saat kau menatapnya
Tak perlu seberapa terang sinarnya
Semuanya juga hanya sebuah kata ulangan yang disebut pura-pura
Sinar yang kau pancarkan
Cinta yang kau bagi pada pemuda malang ini,
Hanya pelumpuh rasa sakit yang kau rasakan dari petualanganmu sebelumnya
Aku mintamaaf jika memang kau pernah berlumuran darah
Tetapi,
Apakah tidak terlalu kejam jika kau bagi rasa sakitmu padaku dan seenaknya saja berlalu?
Saat kau menemukan padang yang baru
Yang sangat luas dan hijau
Tanpa sebuah kata, kau halau ternakmu kearah situ.
Malangnya sipemuda malang
Tak ada satupun tumbuhan di ladang
Tanah yang gersang hanya dipakai tempat berlalu para petualang.