🪷 Bijaksana

PAGI DAN SENJA

Oleh Ahmad Rafli Aditiya

Di saat matahari terbit... Ku merasakan harum udara yang sejuk. Di saat ku menghempaskan nafas... Aku mengingat bayang wajahmu di dalam benak. Entah mengapa semua ini berjalan begitu saja. Aku bingung, mengapa harus wajahmu yang terbayang.? Pagi berganti siang. Siang berganti sore. Telah lama ku menunggu senja datang. Dan kau pun datang. Kau datang membawa kenangan yang telah lama tenggelam... Aku sempat berfikir... Ngapain juga aku mengingat kau... Iya kamu... Tapi... hatiku berkata lain... Hati tidak bisa di bohongi. Walaupun kamu seperti itu. Tapi kenapa aku tetap saja sayang... Mungkin aku bodoh. Bodoh karna cinta. Mataku pun buta, buta karnamu... Hanya kamulah wanita yang bisa mengalihkan duniaku. Tapi pada saat itu... kamu datang begitu saja. Lalu pergipun begitu saja. Kamu bagaikan pagi dan senja. Yang datang lalu pergi begitu saja. Tapi... kamu... selalu membawa kesan buatku. Walaupun kesan itu, kesan yang pahit. Tapi jujur aku masih sayang sama kamu, sampai saat ini. Walaupun mungin kamu tidak..