PADA SAATNYA
Oleh Nurwahidah
Pada saatnya
Aku menjadi embun di pagi hari agar bisa memberikan
keindahan untuk pagimu, meski terkadang sering kau abaikan hingga aku
menghilang terbakar oleh sang mentari..
Pada saatnya
Aku
bagaikan butterfly yang mulai terperangkap oleh pesonamu
membuat
sayap-sayapku ingin selalu terbang ke arahmu lalu ku singgahimu yang
sedang sendiri..
Pada saatnya
Satu persatu dedaunan berguguran, hujan pun berlalu tanpa pelangi
Air mata berjatuhan setelah mengetahui hal yang sangat menyayat hati, cintamu telah ada yang miliki..
Pada saatnya
Ketika aku ingin terbang untuk mencari cinta yang baru, sayapku tak mampu lagi untuk terbang..
Sayap-sayapku bagaikan dipatahkan oleh petir yang merajai awan hitam..
Pada saatnya
Tinggallah aku sendiri membawa luka yang akan berbekas selamanya..