🪷 Bijaksana

NESTAPA KELAM

Oleh Deddy Andrianto

Ketika mentari sudah berpendar di tingkap pucuk menara Kala desau mengusik, siap menggerayangi sekujur raga Kabut masih belum selesaikan cengkrama Memikat juntaian stratus semburat jingga Dan kini, Terik terasa membakar Terasa pengap dalam celah sempit terkapar Tak sempat menghirup waktu yang terkecap anyir Seorang pemuda berjalan di atas duri nyeri teramat getirKatanya... Aku terdidik dalam larva kelam Hari-hariku menghitung butir padi kala dinginnya malam Diriku terbalut dalam lilitan kisah begitu membungkam Roma keringat mewarnai ragaku sehitam legam Kau apa ? Anarkis ! Aku tertindas dihujam badai kelam Rampas segala harta, segala benda Duniawimu kau bawa berlari mengejar karam Cekatan bak seorang nahkoda tega membodohi nasib pelaut ulung Terlukis dalam ego memporak-porandakan kehormatan terancam Punah ditelan emosi, surut terhanyut oleh amarah yang terpendam Aku merintih dalam nestapa kelam Lubuk Pakam, Juli 2014