🪷 Bijaksana

NEGERI DIBAWAH KABUT

Oleh Ivan A Sibro

Ketika jendela terbuka Tak lagi terlihat Gagahnya Marapi dan Singgalang Diketinggian ini dengan udara sejuk ini sebenarnya kabut sudah pandangan biasa Tapi kabut dingin dipagi hari Membawa embun sejuk Tapi ,.. ini bukan kabut itu Ini kabut yang memerihkan mata dan menyesakkan dada Kabut dari keserakahan segelintir manusia tak ber ""Hati"" Siapa yang harus disalahkan ??? Mungkin tak sedikit umpat dan kesal berkecamuk didada Tapi Pasrah adalah kata terpaksa yang harus keluar dari bibir bibir tak berdaya Menuntut ilmu jadi tertunda Ribuan siswa tak sekolah Bertahan dirumah rumah Tuan tuan dan Nyonya yang berjanji ingin mensejahtarakan kami ketika anda butuh coblosan kami dibilik suara Dimanakah engkau sekarang Mari bersama sama menikmati asap bersama kami Dan ikut merasakan sesaknya dada dan perihnya mata bersama kami Para pemimpin negeri silahkan nikmati asap yang menyesakkan ini bersama kami Sudahlah Lelah berharap....... Satu yang masih bersama kami Penguasa seluruh Alam Ya Allah Padamkan api api dibumi kami yang menyesakkan ini Turunkan curahan hujan rahmat Mu dibumi ini Agar hilang sesak dan perih mata ini Amin