NARASI HUJAN DI LANGIT NONGSA
Oleh Mengunjungi Hujan
Bila laut hanyalah tabir pemisah
Sungguh telah selesai ku kunjungi
Pada pertemuan yang pertama
Bila anehnya oksigen di atmosferismu
Hanyalah hijab yang menghalangi
Telah ku sesaki paru-paru
'Tika memburu nuansamu di bibir hari
Dari jembatan asumsi
Sebait puisi sekarat
Saat cerawat tersesat
Di cemberut kabut
Menyelisik pelik sandi-sandi cedera
Hanyalah sketsa tanpa rupa
Berdesakan diasing galeri topeng-topeng
Memaksa hening di riuh polusi kota
Menyandra lugu
Tidak kunjung bertemu
Sedang kaca-kaca gedung memalsu
Pigura-pigura kaligrafi
Gagal teridentifikasi
Kesudahan semua hilang
Pun para pendongeng
Yang kemarin mengisah hikayatmu
Beragam deskripsi yang tertinggal
Sajikan ruwet episode novel tak tamat
Sekedar hujan dan mendung
Begitu aneh mengakrabi sandal jepit
Sejauh jari-jemari berbaris rumit
Menemani pekan para pengunjung
Mencerai oksigen penghabisan
Di langit pulaumu aku bernarasi
Kiranya mega di senjamu
Pun terlalu pecemburu
Sembunyikan kirana
Membiar asingmu tetap misteri
Tertutup rapi tanpa konklusi
(Kenangan aneh sepekan di batam, yang selalu ditemani mendung dan hujan)