🪷 Bijaksana

MUTIARA SELATAN

Oleh Faza Candikya Dhanadi

Sang fajar menyinsing di hari yang cerah Terhirup udara segar di sawah Entah di sana terdengar sebuah suara Fisik sang petani bertambah semangat cari rezeki Indahnya sawah ini Namanya tersahut ketika melihat dia Aku menjumpai sebuah rel di sana Alam semesta ini Sawah yang luas dengan bukit menjulang tinggi Ada sebuah rel menikung indah hingga menanjak bukit itu Datanglah dia dengan suara merdu Hatiku senang dan gembira mengabadikannya Kemudian dia meliuk ke atas bukit hingga hilang Di situ ia masih menatapkan wajahnya Hingga ia hilang di balik bukit Saatku berjalan di rel Pada saat itu sebuah cinta baru telah lahir Dibalik semua kebencian Saat itulah aku jatuh cinta dengannya Aku mengejar cintanya dengan usaha dan harapan Senyumnya masih terkenang saatku sekelas dengannya Sekarang musim telah berganti Sifat dia berubah Kini mencintai dia semakin susah Aku hanya bisa bersabar dan tabah Berharap dia bisa tersenyum kembali seperti semula Aku ini pendiam Aku hanya bisa berdoa Berharap aku berhasil mencintai dia Dengan hati yang tulus Saling toleransi dan menghargai Yang menjadikan cintaku adalah cinta suci Meski kita berpisah pandangan Aku berharap suatu hari kita bisa bersatu Dimana ada padang rumput yang luas Ketika senja mulai tiba Sebuah bukit berdiri sebuah pohon apel yang indah Di situlah kita melepas rindu Di situlah cinta mengalahkan segalanya Kini sore hari di Stasiun Bandung Aku mengirim segumpal surat cinta untuk dia Semboyan 35 di bunyikan Mutiara Selatan mengantarkan surat cintaku untuk dia Tidak tahu kapan tibanya di tujuan Yang pasti aku menantimu Kini ia masih dalam perjalanan...