🪷 Bijaksana

MUTIARA DALAM MUNAJAT

Puisi Shusy Anggraini

Saat Lahir, aku sangat mensyukuri nikmat Mu atas kelahiran diriku, Bertemu dengan keluarga sederhana yang memiliki latar belakang keislaman Saat Balita, Aku bersyukur atas cinta kasih yang diberikan kedua orangtuaku Yang merawat diriku sejak masih kecil dengan kasih sayang Saat remaja tiba, aku ingat masa-masa jahiliyah itu, Masa-masa remaja yang membuat para pemuda terlena Masa-masa remaja yang naif dan congak akan dunia Masa-masa remaja yang sombong dan angkuh dalam mencari jati diri mereka Yang berkata, inilah aku, inilah duniaku, dan aku tak pernah perduli siapapun diri Mu, Kalau bukan karena rahmat dan kasih sayang Mu Mungkin saat itu diriku telah menjadi sampah, yang mati muda dalam kesia-siaan Saat Dewasa dan Menikah, dengan segala kebaikan dan anugerah dari Mu Kau berikan aku pekerjaan, penghidupan dan cinta seorang manusia kepada diriku Kau berikanku suami sholeh dan anak-anak yang lucu Kau berikan aku mahligai rumah tangga yang sakinah, bahtera keluarga yang mawaddah Dari semua nikmat yang engkau berikan kepadaku sejak aku lahir, balita, remaja, dewasa Hingga menikah, hanya sedikit sekali aku bersyukur kepada Mu, sekali Tasbih dan Hamdalah yang terucap dari bibirku, sedikit sekali tangan ini berada diatas untuk beribadah kepada Mu, Tiadalah daun yang jatuh ditengah rimba tanpa sepengetahuan diri Mu, Tiadalah semut hitam yang berjalan ditengah malam diatas batu hitam yang tidak engkau ketahui. kami menggapai derajat yang tinggi dalam naungan saum-saum kami, dalam qiyamulail-qiyamulail yang akan kami lewati, Jangan biarkan malam-malam kami terlewat begitu saja Jangan biarkan siang-siang kami berlalu sia-sia Meskipun airmata ini telah mengering, tapi rasa harap ini tak pernah berhenti, Kami butuh pertolongan Mu Yaa Zat yang membolak-balikan hati Kami butuh bimbingan Mu untuk meneruskan sisa-sisa usia kami Agar jiwa-jiwa ini tak lagi gelisah, hati ini tak lagi merasa resah Saat ketetapan Mu datang menjemput kami Saat takdirmu menyapa umur kami, Lirih kami berucap dalam hening Dalam sepi yang menemani, dalam desir angin sayup-sayup terdengar Dalam gumam kecil yang membasahi bibir Subhanallah, walhamdulillah. Walaailahailallah, wallahuakbar Subhanallah,…….walhamdulillah,….. walaailahailallah,….. wallahuakbar Subhanallah,……. Walhamdulillah………… walaailahailallah,… wallahuakbar