MUSNAHLAH KAU
Oleh Trissa Meiristiva
Berapa kali aku harus mengatakannya?
Kau telah bakar kantong udara kami
Mulai dari yang lincah
yang masih suci
dan bahkan si pemikat hati pria
Kau buat mereka lupa pada waktu
Seandainya, jika para insan tak sentuh kulitmu Pasti mereka takkan jadi begini
Dan ku berharap kau pasti musnah
Dan sekarang,lihatlah
bibir mereka menghitam
Kau buat mereka terbatuk darah
Dan bahkan menjadi mangsa
Bagi kain kafan dan lubang kubur
Dan sebenarnya, suara siapakah yang mengajakmu untuk membakar kantong udara dan pengecap kami?