MIMPI YANG TERBUNUH
Oleh Angga
Dulu memang terasa indahdi saat kita duduk berdua di dalam buaian cintadi setiap alunan kasihtangan kita menyatuhati kita bersama
Aku hanya ingin kau tahuhati ini milikmudi setiap hembus nafasku ku hirup namamudi setiap laju hatiku ku dekatkan untukmudi setiap langkahku ku ikhlaskan padamu
Kerikil tajam telah aku lalui bersamamuhanya batu besar yang kini menghalangikuuntuk menjadi pendampingmuuntuk menjadi cintamuyang menyebutkan nama llah di hatimu
Kini telah pupusaku hanya manusia yang penuh kekurangandi dalam sunyi tak ada satupun cinta mendekathanya ada air mata kekecewaandan hanya ada masa lalu