🪷 Bijaksana

MIKROFON MASJID

Puisi Maulina Sagita

Jikalau aku bergerak, maka aku harus mengingatnya selamanya’ Siang menyendiri gema adzan dhuhur tersangkut tenggorok terompah muazin tua baru saja pulang sekelebat Gerendel pintu memekik kacakaca tak bernyawa sajadah diinjak api tanpa meronta Gemetar tangisku bercampur gema adzan dhuhur tersangkut tenggorok ingin menggapai Qur’an sekelebat Tangan gelap merobek-robek tubuhnya tinggal sepotong ayat Laa illaha ilaallah Aku teraih kepala antukkan tembok tangkai penyanggaku patah sebuah palu besar aku remuk redam dalam gema adzan dhuhur tersangkut tenggorok Malang, 21-4-2012