🪷 Bijaksana

MESIN WAKTU

Oleh Thian Putera

Melangkah menuntun harapan. Tiga musim berakhir sudah Entah mengapa semua tersimpan. Tetap pada tempatnya tak bisa ku pecah. Dimanakah tempatku singgah? Sudah lelah aku berpindah. Mungkin nanti langit pun merah. Menungguku bercerita indah. Sebenarnya tak ingin ku menoleh belakang. Namun pagi tak kunjung tiba Seharusnya tak ku gali semua yang hilang. Hanya senyumanku yang aku pinta. Bersembunyi dalam gelap. Entah siapa yang bisaku tatap. Hati ini sudah tercuri harap. Terbawa kisahnya dalam senyap. Sebenarnya tak ingin ku melihat wajahmu Namun senja membawaku kembali Seharusnya tak lagi ku menyanyi untukmu. Hanya jejakmu masih tetap mewangi. Demi hati yang lagi tak terikat. ku tak mau kau melihat, Dari dalam hidupmu yang telah hangat. Namun Jiwa ini selalu ingat Sampai jumpa mesin waktu. Hari ini kuganti baru.