🪷 Bijaksana

MERINTIH

Oleh Ina

Sahabat,,,, Dikala rasa bernafas panjang kau meraihku Dikala rasa bernafas pendek kau membuangku Untuk kesenanganmu yang tak aku mengerti Bila asa telah kau hampiri tolehan matamu mengarah Sahabat sejati tak merenung disaat kawan tak sehati Sahabat Mengapa kau tega menghina seorang hawa tak berdosa Meminta hak atas kewajibanmu olehnya Kau lontarkan kata yang berkasta binasa Apa lidah telah mengajarkanmu untuk kenistaanSahabat Tak selamanya mendapatku semudah berlari Dulu kau menapakku dengan kesederhanaanmu Kini kau henyak aku dengan pisau belati di ujung lidahmu Berkatalah selagi nafasmu tak terhentiSahabat Lesung pipit merona dipipimu kini memudar Berhambar dengan kata-kata manis kicauanmu Bak serigala berbulu musang betina Ingin hati bergetar menolehmuTapi Pisaumu tak mampu ku tembus dengan kebaikan Anyaman kata telah kau hamburkan di paradiseSahabat Kau cantik bagai parasmu Merona bagai pelangi di Minggu sore Tapi Sahabat Tingkahmu tak indah bagai perangaimu Mimpimu tak se indah dengan ulasanmu Oh sang pemilik hidup Engkau tak menutupkan nafas ini dengan penuh kenistaan Hanya sahabat yang tak mengerti arti sebuah sahabat Hanya menelan ludah sendiri untuk oran lain Berkelumit untuk kesetiaannya padaMu Hidup adalah permainan Mu semata Inilah nostalgia seorang sahabatku belidah tajam Note:Untuk sahabat-sahabatku yang membaca puisi ini resapilah kata-kata dalam setiap baitnya jadikan itu sebagai pelajaran. Carilah sahabat yang benar-benar baik dan tulus untuk bersahabat dengan kita, karena tak selamanya orang baik hatinya baik juga. begitu pula dengan sahabat tak selamanya sahabat baik itu bersikap baik sama kita. Ingat setiap manusia punya lidah yang sangat halus tuturnya tapi bahkan tajam untuk berucap Give up!!!!!

Puisi Lainnya

ISTANA UNTUKMU Oleh Ina KEBODOHANKU Oleh Ina