🪷 Bijaksana

MEREDAM RASA

Oleh pRaku

Ra Di persembunyianku.. Dari huru-hara waktu rembulan Yang mendigdaya jagad raya Tak terkecuali daku Masih ku gelapkan Tanpa lentera, Masih ku sunyikan Tanpa lirih nada sedikitpun Namun tetap saja ku takut Memejam mata, Menutup telinga Karena... Jika ku paksakan Yang memfatamorgana hanyalah Bayang-bayangmu, Cekikik suara manjamu, Insan yang ku ibaratkan sang melati putih Yang memesona jiwa, Mengindahkan mata, Mengharumkan tiap bait nafas, Menyejukkan relung kalbu.. Tiba-tiba.. Ku terkejut Suara cicak mengagetkanku Seolah mencaci makiku Yang hanya bersembunyi Tak berdaya dengan keadaan Tanpa bisa membalas sua Aku sadar, Aku bodoh, Aku payah Namun... Kesadaranku lah yang menyadarkanku Bahwa melati terindahpun Akan layu bila dipetik Maka kan ku biarkan engkau Selalu tersenyum dalam mekarmu Biarlah rasaku Sebatas pungguk dan rembulan Mengagumi tanpa sanggup memiliki Yaahh... Semoga sebatas mengagumi saja !

Puisi Lainnya

RASA YANG MENGHILANG DALAM TERANG Oleh pRaku