🪷 Bijaksana

MENUJU HARI ITU

Oleh Muhammad Ridwan Naim

Ia belum berhenti memutar waktu Masih dengan langkahnya yang berderu Masih dengan otot-ototnya yang dahulu Masih dengan insan yang ia pangku Kini ia sudah renta Lelah memangku isinya Dihempas angin, ia goyah Dihempas topan, ia terengah-engah Langit tanpa pilar pun telah rapuh Meniti awan yang akan runtuh Dengan penduduknya yang telah luluh Seiring zaman yang kian mengeruh Sedangkan kita, hanyalah butiran debu Namun merasa lebih kuat dari batu Merasa lebih terang dari bintang kejora Merasa lebih gelegar dari atom hiroshima Niscaya hari itu tiba Dimana pemilik sapta-pesona hilang rimbanya Dimana pemilik cahaya kehabisan cahayanya Dimana Pemilik Langit meruntuhkan langit-Nya Tinggal lah debu beterbangan Tertiup, terhempas, terbang, melayang Bagai buih ombak di lautan Yang menabrak karang

Puisi Lainnya

SALAM RINDU UNTUK HABIBANA Oleh Muhammad Ridwan Naim PUISI UNTUK BAHARI Oleh Muhammad Ridwan Naim SINGGASANA MALAM Oleh Muhammad Ridwan Naim RETORIKA RAKYAT JELATA Oleh Muhammad Ridwan Naim TERSESAT DALAM GELAP Oleh Muhammad Ridwan Naim