🪷 Bijaksana

MENGHITUNG MUNDUR SISA UMURKU

Oleh Aep Saepul Khuluq

Wahai hidupku Di sini di dalam kesendirianku Aku merenungkanmu Aku mengkontemplasimu Aku menghisabmu Wahai hidupku Saat ini Detik ini Aku tak tahu berapa lama kau bersamaku Mendampingi menyapa keluargaku Menyapa teman-temanku Menyapa sahabat-sahabatku Wahai hidupku Mesin mundurmu terus berhitung Setiap tahun kau kurangkan satu Angka sisa umur hidupku Hingga ia akan berakhir angka nol Angka saat aku tak berani membayangkan Oleh sebab apakenapadan kapan persistanggaljammenitdan detiknya Saat mataku terpejam untuk selamanya Saat mulutku tertutup rapat Saat senyumku tak berarti apa-apa Saat aku diusung keranda dan diantar orang-orang tercinta Saat aku masuk liang lahat sendirian Lalu atasnya ditutup papan Ditimbun tanah basah Aku masih sendiri di sini Tafakur merenung diri Terbayang seluruh kehidupanku Terlihat jelas di pelupuk mataku Ya Allah maafkan... Selama ini kami membanggakan dosa-dosa Dalam pembenaran nalar dan logika Kami telah menuhankan dunia Dengan alasan demi orang-orang tercinta Aku masih di sini Membasahi mata yang berkaca-kaca Sebutir air mata menetes dari sana Semoga ia dapat membasuh hatiku Yang mungkin mulai membatu Sebutir air mata di sejadah ini Kuharap kelak ia dapat bercerita Tentang pengakuan seorang hamba Tahun ini telah aku lewati Kuharap kelak ia dapat bercerita Hamba-MU pernah menyesali dosa-dosa