🪷 Bijaksana

MENGGAMBAR MALAM

Puisi Bestari

Terkadang hujan tak sekedar mengguyur Membasah didahan anggur Mungkin saja kali ini hanya menghibur Untuk ranting yang kerap tak subur Barangkali ini sukar ku artikan Hujan turun lalu mengendap Dari langit selanjutnya ke atap. Setidaknya itu yang kurasakan Ternyata engkau punya jawaban Untuk menerjemahkan hujan malam Jawaban yang masih kau simpan Merata setara tertutup mega hitam. Ku rasa ini menjadi prolog selembar cerita Yang terbangun dari laku nyata Satu dua tiga empat dan lima Tersusun hingga cerita sempurna. Kamar bestari, 12 Januari 2012 22.59 WIB