🪷 Bijaksana

MENCINTA SENDIRI

Oleh Engel Laisina

Bisakah aku melupa secepat kita bertemu Membawa pergi sejuta kenangan yang berhasil ku buat sendiri saat sukma terus merintih Lalu, sanggupkah hati menari tanpa pasti Meninggalkan mimpi yg tak dikehendaki Rindu hati menemani larut malam dengan secangkir kopi Berdiri di jendela menatap tawa dunia, lalu tersadar pada diri sendiri yang terlalu lama bersedih Kasih... Kasih... Kasih mana kala pedih mentari terganti bulan, mengapa sukma merindu detak jantung mu ? Lalu aku, siapa aku ? Mengapa mencinta mu bagai merebut bulan dari malam Sesusah menatap seluruh dunia dari dua mata kecil Mengapa ? Tidak... Tidak kenapa, kenapa aku yang harus mencinta sendiri ? Lupa rasanya menyeka air mata saat berlari mengejar kekasih hati Mati rasa karena cinta sendiri, bodoh memang tapi mengapa aku tidak kembali menjadi seperti dulu Tertawa karena cerita cinta di novel murah yang berakhir bahagia Tersenyum karena mendung tanpa datangnya hujan Aku lupa bagaimana menjadi diri sendiri Aku mencinta tanpa dicintai, berakhir sedih dan akhirnya mati