MENCARI GURU SEJATI
Oleh Syukur Budiardjo
Telah kulalui benua waktu dan tanjung peluhmencari guru sejati mumpuni mengangkat martabat.
Tapi hingga kini yang kudapat hanya serangkaian keluhyang membuatku kian lama kian tersesat.
Guru sejati langka kutemui di zaman paradoks ini.
Kata pujangga Ronggowarsito -- zaman edan --kalau tidak ikut edan tidak kebagian.
Sulit kutemukan guru mendidik dengan hati nurani.
Tidak mudah kudapatkan sosok guru berkelasseperti Ki Hajar Dewantara, KH Ahmad Dahlan, atau
Mohammad Syafei dari Pulau Andalas.
Menjadi guru sejati yang memancarkan kilau.
Tuhan, aku memohon pertolongan.
Bimbinglah aku menjadi guru sejati yang mengabdidengan menjungjung tinggi dedikasitanpa berharap imbalan, apalagi sanjungan.
Cibinong, 15 Desember 2013