🪷 Bijaksana

MELUKIS LUKA

Puisi Anggun Purnama Sari

Perlahanku bergerak kemudianku beranjak melompat bagai katak dengan aroma semerbak, bergumamku sesak "Apa daya . . ." Satu hal yang membuat ku terombak mengeti akan hatiku yang sesak arah angin memandangku tajam . . padahalku tak berdaya . . . ku lukis luka dengan penat berharap semua dapat terbaca susah payah kugambar semua namun tak seorangpun bertanya. . . ? akankahku gapai semua mimpi yang berada di hayalanku "maya" namunku tak peduli sebab citaku harus ku raih . . .