🪷 Bijaksana

MELANKOLI KEHIDUPAN

Oleh Urfi Hanifah

Berputar lambat lalu cepat Baling-baling kertas tertiup angin Imajiku ikut beringsut pergi Melintasi rel waktu dengan tepat Sepanjang jalan Ia menebar aroma wewangian Meninggalkan seuntai prosa sepi Rintik hujan mulai turun dan tak terhiraukan lagi Jejak-jejak wangi yasminnya menipis Hilang, Usai sudah rubik biru ini Bergulir lagi pada kotak berikutnya Hitam…. Semakin kuputar semakin ia rancu Terurailah rupa ambigu Merah, kuning, dan lagi-lagi biru Ahh, kurasa ini bukan kotak duka Ini hanya sebatas cuka, penyedap cinta yang tiada tara Untuk kita sang pemeran utama

Puisi Lainnya

AKU DAN NYATAKU Oleh Urfi Hanifah