🪷 Bijaksana

MATA HATI

Oleh Ardo Regar

Di kesendirianku... Terkadang terpikir dalam hari – hariku Menghitung jalan – jalan dan waktu yang telah berlalu Langkah - langkahku menuju arah tak menentu Mulutku bersiul tak bertalu Hatiku tersayat seribu pisau Seakan hidup segan mati tak mau Ketika aku mencoba dan berjuang Berjuang menutup jejak yang kelabu Menjadi hidup seorang baru Jauh dari selimut yang berdebu Namun. aku kalah melawan waktu Kala aku lemah dan tak mampu Bayang – bayang suram dibenakku Menyiksaku dan selalu menghantuiku Memaksaku kembali ke masa – masa duluku Menjadi pecundang ditelan waktu Bila aku berlalu, biarlah berlalu... Biarlah aku musnah ditelan waktu Daripada hidup tiada menentu By: R3G4R

Puisi Lainnya

ANDAIKAN KAMU BURUNG NURI Oleh Ardo Regar