MASA SILAM
Oleh Khotimatul Khusna
Dalam heningnya malam.
Pikiranku melayang ke masa silam.
Terputar kenangan indah yang
tersimpan dalam ingatan.
Tak terasa mutiara-mutiara indah pun meluncur bebas.
Meluncur bebas dari pelupuk mataku.
Sakit.
Rasa itu.
Rasa itu muncul kembali tanpa permisi.
Saat kisah pahit itu terputar dalam memori.
Perih.
Hatiku perih seperti tersayat oleh pisau yang tajam.
Saat mengingat kisah yang teramat menyakitkan.
Aku hanya bisa berdiam diri.
Ingin sekaliku berteriak.
Tapi hati memberontak.
Pada siapa aku mengadu?
Mengadu untuk semua rasa yang tlah kurasa.
Pada siapa aku melampiaskan?
Melampiaskan semua kesedihan yang tlah terjadi.
Aku hanya bisa pasrah.
Pada semua yang tlah ku alami.
Dalam diam.
Aku menyembunyikan semua ini.