MALAM YANG MENCEKAM
Oleh Juswandi
Senja datang lagi di ujung sore di ufuk baratperlahah-lahan putihnya awa berganti cahaya kemerahansamar-samar matahari mulai menenggelamkan wajahnya dalam kegelapan malam tak terasa sinar kemerahaan berubah menjadi gelap gulita
Terangnya sinar sang surya dicakrawala pagikini tergantikan oleh samar-samar cahaya bulan dikeagungan malambegitu tenang dan damai bulan dan bintang bercengkrama dengan riangnnyamendengarkan nyanyian malam dari penghuni malam
Begitu tajam pandangan sang penguasa malam memandang begitu dalam seaakan-akan memecah kesunyiaan hati yang sedang gusarmenghancurkan kerasnya kesombongan hati yang menguasai malam
Mencoba berbisik hati ini yang terkurung dalam gua kebohonganmencoba berteriak dalam kesunyiaan malam yang dingindalam jiwa yang lemah tak bertenagadalam kekosongan pikiranku yang berkelana jauh mengitari bumi
Seaakan ingin merobohkan tembok-tembok kebohongan sang penguasanamun sang malam tak tinggal diam menyergap dengan kegelapannyamnyeringai dengan gelap gulita yang mencekam jiwamemenjarakan hati dalam jiwa yang sunyi