🪷 Bijaksana

LEUWIGAJAH MASIH HAUS

Puisi Wiji Tukul

Leuwigajah tak mau berhenti dari pagi sampai pagi bis-bis-mobil pengangkut tenaga murah bikin gemetar jalan-jalan dan debu-debu tebal membumbung Mesin-mesin tak mau berhenti membangunkan buruh tak berkamar-mandi tanpa jendela tanpa cahaya matahari jejer berjejer alas tikar lantai dinding dingin lembab pengap Mulut lidah-lidah penghuni rumah kontrak terus bercerita buruk lembur paksa sampai pagi tubuh mengelupas-jari jempol putus - upah rendah mogok - pecat seperti nyabuti bulu ketiak Tubuh-tubuh muda terus mengalis ke leuwigajah seperti buah-buah disedot vitaminnya mesin-mesin terus menggilas memerah tenaga murah satu kali duapuluhempat jam masuk - absen - tombol ditekan dan truk-truk pengangkut produksi meluncur terus ke pasar Leuwigajah tak mau berhenti dari pagi sampai pagi Asap crobong terus kotor selokan air limbah berwarna mesin-mesin tak mau berhenti terus minta darah tenaga muda Leuwigajah makin panas berputar dan terus menguras Bandung 21 mei 1992