🪷 Bijaksana

LEPASNYA RUH DAN RAGA

Oleh Evi Lestari

Berbaring lemah tak berdaya Seolah mimpi ,seolah nyata Ku lihat raga itu sudah tak berdaya Seolah mata menatap seakan kosong Wahai raga betapa beratnya perpisahan itu Wahai ruh sampai relakah melepaskan raga Namun seakan raga tak mampu lagi Terlihat sakit menggenggam ruh Kemana jutaan sel dalam raga itu Yang seakan tak berhenti bekerja siang dan malam, Mengapa darah itu tak lagi mengalir seperti air yang tak kenal celah Mengapa?? detak jantung tak lagi terdengar seperti bumerang.. Tak terasa menetes air mata ini Seakan menyaksikan , betapa sakitnya Ruh itu melepaskan dari raganya. Seiring takbir ia pun menutup mata.