LEPASNYA RUH DAN RAGA
Oleh Evi Lestari
Berbaring lemah tak berdaya
Seolah mimpi ,seolah nyata
Ku lihat raga itu sudah tak berdaya
Seolah mata menatap seakan kosong
Wahai raga betapa beratnya perpisahan itu
Wahai ruh sampai relakah melepaskan raga
Namun seakan raga tak mampu lagi
Terlihat sakit menggenggam ruh
Kemana jutaan sel dalam raga itu
Yang seakan tak berhenti bekerja siang dan malam,
Mengapa darah itu tak lagi mengalir seperti air yang tak kenal celah
Mengapa?? detak jantung tak lagi terdengar seperti bumerang..
Tak terasa menetes air mata ini
Seakan menyaksikan , betapa sakitnya
Ruh itu melepaskan dari raganya.
Seiring takbir ia pun menutup mata.