🪷 Bijaksana

KURSI HITAM

Oleh Dinda Shabrina

Jauhkan pandanganmu, jauhkan lagi Terik mentari tak lagi jadi arti Tuturmu pada kursi hitam saat itu Kemudian berdiri tegak dengan menggebu Kotak-kotak kecil terisi noda Gedung indah terancam buta Ingatan kelabu panjang Kelabu hitam tak terbayangkan Sekali lagi, buang jauh-jauh pandanganmu! Lemparkan kedalam pikiran kelammu Batasi mimpiku Demi mimpi yang nyata bagimu namun RAIB bagiku Kejujuran tak lagi bongkahan mewah Hanya sampah dan kotoran yang sangat RENTA! Kusut, suram, masa depan yang NYATA! Jiwa, nadi, peralatan maut seorang DEWA! Dimana gumpalan darah itu? Kau sembunyikan dimana?! Yang kau ketahui gumpalan darah itu adalah HATI Lantas apa hati katamu? Jauh hilang? lenyap dan melayang?SAMPAH itukah yang menjauhkanmu dengan HATI?KOTORAN itukah yang menodaimu serta HATI? Kau hebat, namun dangkal! Jabatmu ala hidupmuMIMP Iku asa bagiku!