🪷 Bijaksana

KETIKA, KETIKA, KETIKA

Oleh Rachmadiar Perdana

Ketika satu pohon tercabut dari bumi Akan tersisa satu lubang kekosongan Satu persatu pohon tercabut Lubang-lubang itu tambah banyak, tambah banyak Perlahan-lahan pohon itu pun habis Tapi lubang-lubang itu tetap bertahan Semua mungkin akan musnah Semua mungkin akan berakhir Semua mungkin akan jenuh Semua mungkin akan tertahan Tapi kehampaan itu bertahan Dia tak akan mudah lepas Dia tak akan pernah pudar Siapa yang sirna, siapa yang hina Terkandung dalam benalu-benalu parasit Yang mengisap hidupku, hidupmu, dan hidup kita Siapa yang tertindas, siapa yang terlindas Terjatuh di bawah kaki-kaki para punggawa Mengangkat sang raja yang sedang tertawa Tak hanya kelopak mawar yang gugur Duri-durinya pun ikut gugur Tangkai-tangkainya pun ikut gugur Daun-daunnya pun ikut gugur Melapuk dalam usia, meratap dalam resah Bangkai-bangkai pasti tercipta Tak ada yang bertahan Tak akan ada yang abadi Tak akan ada, tak mungkin... Aku terinjak, aku tertikam

Puisi Lainnya

BERSULANG Oleh Rachmadiar Perdana