🪷 Bijaksana

KERTAS BERNYAWA

Oleh Fifit

Tinta itu tak cukup satu warna Rasa ini tak cukup dengan satu ungkapan Tangan ini prajurit ego Kertas ini korban perasaan Kulukis wajah elokmu di atas kertas putih itu Senyum manis di bibirmu dan cahaya di matamu Sungguh sempurna tinta itu Dapat melukis dengan indah figur wajahmu Kertas itu tak puas dengan deskripsi wajahmu Dia ingin tahu tentang dirimu Tinta dan tangan itu bersekutu Menggoreskan rubby disetiap bagan putih itu Aku memang bisu wahai Dewa . . . Tapi aku tidak buta ataupun tuli Aku jabarkan setiap kali mata memandang dan telinga menyimak Meskipun lidahku hanya sukma tak guna Isyaratku tak memahamkanmu Namun kertasku bernyawa Dan hatiku selalu bergema