🪷 Bijaksana

KEPULANGAN

Oleh Chandra Bayu Pradana

Aku kira dunia ini sungguh berputar Ternyata waktu yang berjalan terlalu riuh Hingga aku rasa pagi paling tabu terjatuh Menepuk leher senja yang menyambut petang Aku terdampar setelah jauh terombang-ambing Tak lekas pulang pada peraduan simbolis cerung malam Kambali menjadi pena bagi tabir ilalang Setelah pulang, setelah kembali dari awang-awang Kembali pada tempo paling melankolis Sembunyi dibalik nada berirama sedang Aku puisi bagi jenuh kurcaci di sudut malam Menunggu fajar memulangkan harunya sebuah pelukan Cempaka telah bermekaran di pekarangan Tempat paling jangkung untukku bersenandung Menari pada bilik-bilik kenyataan Cahaya masih saja tandus bagi kesunyian