🪷 Bijaksana

KEMBALILAH JIWA

Oleh Evan Septian

Saat semua hilang tenggelam bagaikan Matahari di Sore Hari Suara Kalbu memanggil tetesan cinta dalam kerinduan jiwa Membasahiku disetiap pelangi cinta menari diatas awan Menata kembali puing-puing Cinta Yang dulu pernah Sirna Jiwa ku yang satu telah terbagi menjadi kebaikan dan keburukan Dunia seolah pikat kepalsuan melekat di setiap pandanganku Menjadi batasan atas kebahagiaan yang mencoba menghampiriku Tertabur hamparan buta tentang arti sebuah kehidupan Hela nafasku terungai dimalam-malam gelap kebisuan Menanti pagi dengan ruh yang mulai lunglai terhilangkan cahaya Dengan Ketukan semu yang mengetarkan jiwa berparaskan kemunafikkan Dikala laknat dari sebuah kedengkian mencabut bibit kebaikan nurani Serupa kelahiran yang memberi kebahagiaan Akannya bunga-bunga kehidupan mewangi disetiap ruang Waktu Serupa Kematian yang mengoreskan kepedihan Akannya butiran airmata menyirami semak berduri didalam hati yang terus menyayatnya Mimpi-mimpiku kini menjadi bayang kekuatan hasratku Kekuatan yang kembali membangkitkan jiwa rapuh terkikis hujan kesepian Bayang masa depan pun terangkai disetiap waktu Mudaku Dengan semua lakon dan kisah ku hari ini dengan semua perasaan dan jalan hidupku hari Ini Aku hanya butuh sebutir ridho dari semua kekuatan Ilahi Dengan cahaya yang menaungi hati menjadi jalan menuju kebaikan Kehidupan Lalu biarkanlah langit menjadi lukisan tentang semua mimpi-mimpiku Dikala menatapnya pada setiap lamunanku Dan bumi menjadi peta tuk mengukir tangga menuju semua impianku