🪷 Bijaksana

KEMARAHAN, KETIDAKBERDAYAAN DAN UANG

Oleh Avana S

Dan kembali aku diam, Jika teriakku diredam keheningan. Dan biarkan aku membisu, Jika semesta tak membiarkan suaraku ikut berpadu. Dikata jauh dapat kugapai, Saat digapai ia memudar. Dan kembali berputar pikiranku, Tiap liku alam bawah sadarku. Kulihat, kudengar, kurasakan; Nun jauh di sana seekor laba-laba hitam menyulamkan benang putihnya di sudut dunia. Dan kusentuh, kuraba, kujamah; Yang tak tersampaikan dari hasil pemikiran tinggi dan mimpi-mimpi. Tidakkah mereka lihat benih-benih penerus bangsa tersenyum tak berdaya? Di balik mata cerahnya terdapat pikiran-pikiran langka, Merangkum kecerdasan dunia. Dan tak maukah mereka mendengar jeritan anak bangsa? Yang terduduk tak berdaya di hadapan lembaran kertas nan suci dibanggakan oleh mereka. Ingin aku jeritkan kata demi kata rangkaianku pada mereka, Sang penguasa dan penindas dunia. Dan jangan biarkan aku membisu, Walaupun semesta tak membiarkan suaraku ikut berpadu.