🪷 Bijaksana

KELUMPUHAN

Puisi Ulyani

Sedihnya tak bisa kuelakkan lagi Hidupku di dalam angan yang hampa Aku hidup Tapi untuk menggerakkan jariku saja Rasanya sulit Aku mati Tapi mataku masih dapat kugerakkan Aku manusia muda Yang hancur masa depan Benarkah itu....??? Hidupku akan terus berada di atas kursi beroda Apa itu yang dikatakan hancur? Cinta yang kugenggam Meninggalkanku hanya karena kelumpuhanku Tak sudi ia merawatku Tak sudi pula ia menerimaku Aku ingin ini.... itu.... Tak ia pedulikan Apalagi untuk bersamanya... selamanya menemaniku Itu tak mungkin Karena ia benci dengan keadaanku yang sekarang Rasanya untukku tlah berubah Dan menghilang Tersadar di hati ini Bukanlah aku manusia yang kau cari Diriku lemah talk berdaya..... Aku tahu sakit ini Aku tahu bahagia ini Setidaknya dengan kejadian ini aku tahu siapa dirimu Merubah kehidupan Sia-sianya harapan Gelapnya dunia Kusamnya tanpa berada Jauh nian perjalanan hidup putus di tengah jalan Bukan syukur hanya penyesalan Terus terbayang berhadap reda Namun tak kunjung jua Bersabarnya hati inilah perjuangan hamba Pasrah ikhtiar akan nasib yang ada Walau masih terasa dan terus berkata Aku putus asa Muda harapan, tua seketika