KELUH PERUT SEORANG BURUH
Oleh Muhammad Zaini
Duh Gusti, apa silap diri inihingga kau timpakan petaka lagiseperti malam yang tak mau berkemas pergiperiuk tak pernah penuh terisi semakin dalam tak terisi
Duh Gusti, pemberi terang bayangtunjukkan sejumput harapan dahaga sendanggenangi dengan karuniamu yang sejuk dan tenanghingga masuki relung jiwa telah tandus gersang
Duh Gusti, penentu titah segalaaku bukanlah ken arok yang buta meruwat duniamembuang akal budi menghamba nafsu nistanamun manusia adalah sama akupun memiliki angkara
Periuk nasi dingin diam tiada isitertinggal dengan laju harga meninggisungguh tak terkejar merebah tubuh terkaparlumatkan upaya yang tersisa agar perut tak lapar
Kini hanyalah sabar yang masih kusimpantetapi entah sampai kapan !