🪷 Bijaksana

KELUH PERUT SEORANG BURUH

Oleh Muhammad Zaini

Duh Gusti, apa silap diri inihingga kau timpakan petaka lagiseperti malam yang tak mau berkemas pergiperiuk tak pernah penuh terisi semakin dalam tak terisi Duh Gusti, pemberi terang bayangtunjukkan sejumput harapan dahaga sendanggenangi dengan karuniamu yang sejuk dan tenanghingga masuki relung jiwa telah tandus gersang Duh Gusti, penentu titah segalaaku bukanlah ken arok yang buta meruwat duniamembuang akal budi menghamba nafsu nistanamun manusia adalah sama akupun memiliki angkara Periuk nasi dingin diam tiada isitertinggal dengan laju harga meninggisungguh tak terkejar merebah tubuh terkaparlumatkan upaya yang tersisa agar perut tak lapar Kini hanyalah sabar yang masih kusimpantetapi entah sampai kapan !

Puisi Lainnya

MENATAP WAJAH TUHAN Oleh Muhammad Zaini KUNCUP BUNGA DIRAMAI JALAN Oleh Muhammad Zaini HUJAN BULAN Oleh Muhammad Zaini MANUSIA JALANAN Oleh Muhammad Zaini AKULAH BATU ITU Oleh Muhammad Zaini