🪷 Bijaksana

KEHINAAN

Oleh Aslam Yusuf

Getir terasa tertutup kabut Seutas benang yang menjulur Menghalangi cahaya kecil itu Membuatku sulit untuk melangkah Perasaan kini terhalang Oleh dunia yang penuh sandiwara Penuh getiran rayuan Hingga tubuh terkapar tak berdaya Senandung gema tak terdengar lagi Puing-puing cahaya batin telah redup Nafas kian terpakik oleh kelam Terhampar oleh derasnya angin senja Tubuh ini terkulai Lemas memandang kabut senja Mata tak sanggup menerima semua ini Namun inilah kenyataannya Terlarut dalam keindahan semu Bahagia dalam penyiksaan Yang mencabik kesucian jiwaku Yang terjaga hingga saat ini Harus mengadu dengan siapa? Tentang kehinaan ini Tentang jiwa yang muram ini... Dan sampai kapankah panggung sandiwara ini akan berakhir? Nafas makin terpekik Mungkinkah aku berakhir dengan keadaan begini? pikirku! Cahaya suci... Dimana kini kau berada Mengapa engkau lenyap didalam hatiku? Mengapa engkau hilang dari pikiranku? Mengapa engkau mati dari tubuhku? Yang kini lemas saat angin senja merasuki hatikuAku... Aku tak ingin selamanya begini.... Sungguh...

Puisi Lainnya

JIWA DAN RAGA Oleh Aslam Yusuf NEGERI FARMOSA Oleh Aslam Yusuf PENDIRIAN Oleh Aslam Yusuf