🪷 Bijaksana

KAWANAN HITAM MALAM

Oleh Anadeela Firdausy

Sang bayu malam, Sang bayu menghambur bercampur debu Meliukkkan bahasa tubuhnya yang kejam Terus saja menampar kiri kanan manusia malam Seiring desah burung hantu mencekam di balik tirai kegelapan. Manusia malam, Sendiri menghitam tanpa henti Merasakan kepedihan tangan kiri Selalu saja nyalinya memburu syahdu Mengikat kuat nafsu mecengkeram maha rindu Biru, kaku, cemburu beradu satu. Pertemuan mencekam, Sayup-sayup sang bayu berhembus menghela nafasnya beratnya Merengkuh manusia malam dalam lingkaran syetan Menjadi kawan gundah gulana di pojok jalan Sembari menenggak arak kemaksiatan Memualai pesta pora sang bayu dan manusia malam dalam kegelapan. Perpisahan tragis, Sang bayu mengelus lembut teman malamnya yang gila Ketika dia larut dalam kelana maya tak berbatas Seiring helai nafas sendu di dada menghentak membara Hilangnya jiwa manusia malam terhisap sang bayu dengan seringai kejamnya Tersengal-sengal nafasnya mencari putih kedamaian dahulu kala Telah selesai sudah perkawanan hitam tersapu awan hitam Dan sang bayu kembali ke peraduan Sembari tanganku membelai nafas beratnya dalam peraduan