🪷 Bijaksana

KANVAS RINDU

Oleh Zulfian Awaludin

Beberapa hari terakhir hatiku terombang-ambing, terhempas di lautan lepas. Kurasakan udara rindu tak lagi bersahaja seperti dulu. Apakah aku harus berhenti melukis keindahan cintamu? Ataukah ini hanya praduga atas kegelisahanku yang tak pernah memahami kesempurnaan dirimu. Galau! Ya mungkin itu kata yang tepat untuk menampar pikiranku. Sejujurnya tak pernah terlintas dalam pikiranku untuk melepasmu, menjauhi keindahanmu. Bagaimana mungkin mimpi yang tlah kita ukir bersama harus aku hapus sedangkan kanvas rindu yang kau selipkan diantara ruang hatiku masih tergeletak di sana. Aku ingin meneruskan lukisan ini, menyempurnakannya bersamamu. Menuangkan seluruh keindahan cinta dalam satu kanvas rindu. Apakah kau mengerti? Ah sudahlah aku pun tak mengerti apa yang kumaksud namun percayalah semua akan indah, sampai tiba masa yang tlah digariskan oleh Tuhan. Kuharap semoga kau masih bersedia melukis keindahan hidup bersamaku, menjelajahi kehidupan menggunakan radar ajaib kita. Aku yakin, radar ajaib ini akan menentukan masa depan kita.