🪷 Bijaksana

JIWA

Oleh Andrie Susanto

Kurasakan semua yang kulakukan Terasa tak berarti, hampa tanpa makna Seperti angin.. Seperti laut tak bertepi, seperti bintang merindukan fajar Tak kunjung jua habis dimakan waktu Menapak jalan yang kian pudar Berbekal sebatang lilin yang telah redup dan akhirnya padam Hai jiwa… disini…Haruskah ku pergi atau ku kembali? Hai jiwa angkuh, sombong dan perangai Lihatlah… tapak langkahku pun kian pudar kini Dimana kutemuimu, dimana kuraihmu jiwa…. Hai jiwa… rajutlah asaku yang kian lusuh ini Hai jiwa… disini…Sosok angkuhmu pun kian lama kian lekat Meraba, meniti setiap lantunan sepiku Hai jiwa.. tak letihkah engkau? Disana sang waktu pun t’rus berlari Menghempas seribu aforisma kelam tak berwarna Hai jiwa.... Bangunlah dari ilusi-ilusi semu tak berarti Tapi.. percuma…percuma…Kau mungkin takkan pernah mengerti Kau hanya tertawa, biarkan ku trus terkapar dan akhirnya mati Percuma…percuma... Sampai detik ini pun Kau hanya terdiam bisu Letihku…lelahku….jiwa…Haruskah ku padam bersama goresan-goresan kepudaran? Tidak.. tidak jiwa…. Lilinku belum padam, cahayaku pun belum sirna Asaku kan t’rus berlari Mengejar sisa-sisa mimpi Cahaya redupku pun kan kembalimenebar menerangi Suatu saat nanti…Kan kutumbangkan sosok angkuhmu jiwa Kan kuraih s’mua asamu jiwa Kan kubuat kau tersenyum bangga jiwa Berbinar berkaca, menangis tertawa Suatu saat nanti ….ya… suatu saat nanti Aku yakin itu!

Puisi Lainnya

ARTI SEMU Oleh Andrie Susanto