🪷 Bijaksana

JINGGA

Oleh Putri Maulita Islami

Ketika yang ku lihat di matanya adalah jingga Ku tahu itu pertanda, ada dunia bernama senja Dunia, di mana hanya manusia dari angkasa yang bisa memenuhinya Yang berselendang pelangi serupa bidadari Yang masih menari meski malam mengintai di ambang hari Tapi sayang, oh malang nian Dunia yang terbangun di kedua matanya Tak kuhuni untuk ku dan dia sendiri Ada seekor merpati yang meninggalkan sayapnya Untuk dikenang sampai ia kembali pulang Atau sampai waktu berjalan di bilik malam Aku tak mengerti Berapa lusin tangan malaikat yang mampu membawaku melesat Terbang ke awan Atau berkisah tentang bintang Barangkali ku dapat jumpai dunia yang kan kuhuni Berdua, bersama cahaya dari lengkung senyum sang Ibnu Hazm Oh aku paham sekarang Ada pagar yang melintang Antara aku dan Ibnu Hazm Dan aku hanya mencintai batas yang memenggalku Demi nyanyi yang berbisik di riuh sunyiada Dzikir meniup doa dari derai lukasambil berkata“Jingga di matanya adalah senja untuk kalian ber-tigapun kau sebagai Sammar bagi Ibnu Hazmmeski ada merpati terhimpit dini hari”

Puisi Lainnya

SAJAK BISU Oleh Putri Maulita Islami