JERITAN ALAM
Oleh Pena Hitam
Angin tiba memuat warta
Tangisan langit kan berburai
Awan mulai pekat
Siap siaga tuk menerjang
Tak terhitung detik...
Ia pun mengamuk
Bak tumpahan derita
Dalam kelam yang pilu
Menyeduhkan luka pada Qolbu
Kilatan seakan membela
Menambah kekukuhan sang awan
Tanah menatap dalam diam
Menyambut lontaran bela sang kilat
Pepohonan pun ikut terusik
Sedang mentari hanya menatap dari kejauhan