🪷 Bijaksana

JEPRET CINTA

Oleh Agus Ariya Santa

Kala itu adalah hal ter-istimewa Dimana aku dan dia bertemu Duduk berdua diantara meriah pesta Tak lama, ku tarik tangan lembutnya dan berdiri Sayang memang sayang... Aku dan dia diabadikan Dia berdiri disamping ku Betapa rasa cinta itu tumbuh Dalam irama nyayian kasih sayang Aku terbuai tak berkata Selain senyum lebar bertabur Sayang ya sayang... Cinta ku semakin dalam Ketika dia merangkul jiwa ku Dan direngkulnya lebih erat Antara jiwanya dan jiwaku Kala itu asmara kami bertasbih dalam hiruk-pikuk gurauan pesta Sayang betul sayang... Dia beranjak 5 langkah kedepan lalu berbalik lagi kepada ku Aku pun tertarik oleh tali hubungan yang tersirat ini Kembali dia merangkul tanganku dengan sidikit aksi kearah mata kamera yang siap menangkap kami Aksi yang sangat cantik untuk seorang wanita yang aku kenal selama ini Sayang kenapa sayang... Ketika ia melepaskan tangannya dari ku Hati ini jadi berkecamuk Namun, dengan lembut ia berkata"Masa perempuan yang merangkul?"Hati kecil ku tertawa mendengar suara lembut dengan maksud merajuk itu Tanpa basa-basi aku yang merangkulnya untuk pertama kalinya Kembali aku dan dia diabadikan dalam lensa di gital penuh kenangan tak yang konon tak lekang oleh waktu Sayang canggung sayang... Rangkulan ku memang mesra malah sangat mesra tak sayangnya kenapa tak menyentuh kalbu ku Walau senyum ku dan senyumnya bertemu dengan manisnya Walau jiwa kami berbelut kain sutra lembut Walau nyayian mereka nyaring bersorak keserasian kami berdua Sayang kali sayang... Karena ini pertama kalinya merangkul wanita Kecanggungan yang ku simpan dengan gaya bijaksana telah menyiksa ku Untuk berlakon mesra yang memang tak mau aku lewatkan Akhir dari mu sayang Kita tersanding dalam dunia cinta yang nyata Karena saksi-saksi lensa telah merekamnya tanpa keraguan Sayang sungguh sayang... Di tengah meriah pesta yang akan usai Di tengah perasaan ku yang mungkin tak dapat kau baca Ini adalah akhir jalan diri ku dan diri mu Dalam lensa-lensa.