JAUH CINTAKU
Oleh Faidul Wizari
Kulihat kala itu,
Jauh di sana!
Kau pisah cintaku
Kutatap matamu;
Bukan aku memutar lampu
Kutatap matamu;
Kau tak mau rindu
Siapakah gerangan kau harapkan pangeran
hingga aku, kau anggap hanya kepingan?
Kuberikan bunga wangi asmara
Tapi, kau hanya sekali bicara.
Penuh hari kau kucari
Penuh hari cintaku ini
Malam yang kuhinggapi
di antara tidur dan mimpi yang berlari
di taman bunga halaman istana
melukis bayangan ratu dan raja
Demi do’aku
Kau pun mendekat
Demi do’aku Kau pun terpikat
Jakarta, 2007