JANJI BERSAKSI
Oleh Marc Eliana
Tatkala awan-awan hitam berkumpul
Di saat kubangan kecil genangan lumpur
Ketika badai topan bertiup kencang
Ketika air meluap siap menyerang
Kabar burung yang tak berarti
Tangisan alam merintih sakti
Di bawah langit biru kami bersumpah
Menjadi bijak tanpa serakah
Bertumpah darah satu
Tanah air Indonesia
Berbangsa yang satu
Bangsa Indonesia
Menjunjung bahasa persatuan
Bahasa Indonesia
Masihkah ingat akan sumpah itu
Sumpah yang para leluhur buat
Harus dipegang sebagai amanat
Pemuda pemudi di negeri kita
Hormatkah kita pada mereka
Tak perlu kau angkat senjata
Tak perlu kau merasa duka
Tak perlu kau merasa lara
Tak perlu kau membuat luka
Sesak sudah rasa di dada
Petir menyambar membelah dua
Tangan busuk ini tengah berusaha
Mulut kotor ini tengah berkata
Adakah yang kita lakukan sia-sia?
Atau hati kita yang tak berrasa?
Bermandikan tetesan air mani
Pelor menusuk berulang kali
Sumpah itu
Sumpah persatuan!
Apakah kita mendengarnya?!
Apakah kita membacanya?!
Apakah kita mengingatnya?!
Apakah kita menghafalnya?!
Apakah kita memahaminya?!
Apakah kita!
Apakah kita telah mengamalkannya
Beribu kilometer mereka tempuh
Beribu liter darah mereka keruh
Hanya untuk bertaruh
Bertaruh harap pada ulat di ujung paruh
Di bawah langit biru kami bersaksi
Di atas tanah suci kami berdiri
Biarlah alam yang kenali
Jiwa pemuda pemudi
Yang siap tepati janji