🪷 Bijaksana

JANJI BERSAKSI

Oleh Marc Eliana

Tatkala awan-awan hitam berkumpul Di saat kubangan kecil genangan lumpur Ketika badai topan bertiup kencang Ketika air meluap siap menyerang Kabar burung yang tak berarti Tangisan alam merintih sakti Di bawah langit biru kami bersumpah Menjadi bijak tanpa serakah Bertumpah darah satu Tanah air Indonesia Berbangsa yang satu Bangsa Indonesia Menjunjung bahasa persatuan Bahasa Indonesia Masihkah ingat akan sumpah itu Sumpah yang para leluhur buat Harus dipegang sebagai amanat Pemuda pemudi di negeri kita Hormatkah kita pada mereka Tak perlu kau angkat senjata Tak perlu kau merasa duka Tak perlu kau merasa lara Tak perlu kau membuat luka Sesak sudah rasa di dada Petir menyambar membelah dua Tangan busuk ini tengah berusaha Mulut kotor ini tengah berkata Adakah yang kita lakukan sia-sia? Atau hati kita yang tak berrasa? Bermandikan tetesan air mani Pelor menusuk berulang kali Sumpah itu Sumpah persatuan! Apakah kita mendengarnya?! Apakah kita membacanya?! Apakah kita mengingatnya?! Apakah kita menghafalnya?! Apakah kita memahaminya?! Apakah kita! Apakah kita telah mengamalkannya Beribu kilometer mereka tempuh Beribu liter darah mereka keruh Hanya untuk bertaruh Bertaruh harap pada ulat di ujung paruh Di bawah langit biru kami bersaksi Di atas tanah suci kami berdiri Biarlah alam yang kenali Jiwa pemuda pemudi Yang siap tepati janji