IMPIAN MENGEJAWANTAH
Oleh Risma Dwi
Ketika cinta memanggilmu dengan santun
Maka dekatilah perlahan
Jika cinta itu mengalun merdu, maka
Tangkaplah melodi-melodi nyata dari sebuah pekerjaan
Sebab kerja layaknya melodi-melodi nyata yang berhamburan
Ingatlah wajah anakmu sedangkan istrimu membuatkan
Tajin untuk sejenak menghibur dahaganya
Sedangkan kau berlari mengejar impian mengejawantah
Dengan kecintaan penuh harapan
Namun manusia lain tidak dapat menuai cinta
Cinta yang penuh harap
Alangkah buruknya nilai kasih sayang
Yang menghancurkan impian itu
Di zaman ini terlihat semua makmur
Karena uang-uang yang dapat membeli mimpi itu
Uang sudah bergerilya di sudut-sudut Indonesia
Bagaimana dengan orang-orang yang gagal?
Gagal merajut pelangi impiannya dengan tangan kosong
Dan akhirnya mereka datang mengabdi
Di negara lain merajut pelangi duka impiannya
Sampai terdengar miris
Cambuk-cambuk menggores hati
Yang sudah gelap tak ada solusi
Apakah ini solusi terbaik dari krisis negara kita?
Jangan jawab jika wakil kami
Masih tidur disaat sidang
Atau pemimpin-pemimpin Yang hanya membiarkan kemelut asap
Terus berkobar-kobar
Dimana hukum tertulis itu ditegakkan?
Atau hanya sebagai hiasan di dalam suatu negara?
Semestinya, pemimpin bangsa kami
Adalah orang-orang yang bijak
Namun, kebijakan itu
Yang membuat kami
Enggan menoreh
Sebab, kebijakan menjadi terlalu angkuh untuk menangis
Terlalu serius untuk tertawa
Dan egois untuk melihat
Bagaimana nasib seorang
Peraih mimpi yang mengejawantah?
Ayolah, semua ini satu !!
Bekerja sama menuai cinta yang nyata
Dari kami yang merajut cinta
Demi indonesia yang sejahtera