🪷 Bijaksana

IMPIAN MENGEJAWANTAH

Oleh Risma Dwi

Ketika cinta memanggilmu dengan santun Maka dekatilah perlahan Jika cinta itu mengalun merdu, maka Tangkaplah melodi-melodi nyata dari sebuah pekerjaan Sebab kerja layaknya melodi-melodi nyata yang berhamburan Ingatlah wajah anakmu sedangkan istrimu membuatkan Tajin untuk sejenak menghibur dahaganya Sedangkan kau berlari mengejar impian mengejawantah Dengan kecintaan penuh harapan Namun manusia lain tidak dapat menuai cinta Cinta yang penuh harap Alangkah buruknya nilai kasih sayang Yang menghancurkan impian itu Di zaman ini terlihat semua makmur Karena uang-uang yang dapat membeli mimpi itu Uang sudah bergerilya di sudut-sudut Indonesia Bagaimana dengan orang-orang yang gagal? Gagal merajut pelangi impiannya dengan tangan kosong Dan akhirnya mereka datang mengabdi Di negara lain merajut pelangi duka impiannya Sampai terdengar miris Cambuk-cambuk menggores hati Yang sudah gelap tak ada solusi Apakah ini solusi terbaik dari krisis negara kita? Jangan jawab jika wakil kami Masih tidur disaat sidang Atau pemimpin-pemimpin Yang hanya membiarkan kemelut asap Terus berkobar-kobar Dimana hukum tertulis itu ditegakkan? Atau hanya sebagai hiasan di dalam suatu negara? Semestinya, pemimpin bangsa kami Adalah orang-orang yang bijak Namun, kebijakan itu Yang membuat kami Enggan menoreh Sebab, kebijakan menjadi terlalu angkuh untuk menangis Terlalu serius untuk tertawa Dan egois untuk melihat Bagaimana nasib seorang Peraih mimpi yang mengejawantah? Ayolah, semua ini satu !! Bekerja sama menuai cinta yang nyata Dari kami yang merajut cinta Demi indonesia yang sejahtera

Puisi Lainnya

PEJUANG CINTA Oleh Risma Dwi