HUJAN KEMARIN SORE
Oleh Almira Prima Rahma
Sekawanan titik air berdetik membasahi genting perumahan
Air jernihnya menghidupkan kembali bunga yang telah lama layu
Suhu dinginnya menyemaratakan panasnya aspal kota
Petirnya membuat gaduh didalam jantung
Dan diantara sekawanan titik hujan, ada kita
Aku dan kau, berdua..
Dalam dekapan sebuah payung putih
Empat kaki dan empat mata dalam satu dekapan
Kurasakan detak jantung yang tiada biasa
Bukan karena petir yang menyambar
Bukan karena aku takut oleh tetesan hujan,
Matamulah sinar yang menyambar perasaan
Jemari tangan yang menggenggamku penuh kekhawatiran
Langkah kaki kita yang sejalan nan searah
Sayang, waktu berlari sangat kencang
Baru hitungan detik kurasakan kehangatan ini
Namun,
Kilat menyambar
Suara petir hari ini seolah membangunkanku dari lamunan
Bahwa hujan kemarin sore telah berlalu
Dan tak akan terulang kembali