🪷 Bijaksana

HUJAN KEMARIN SORE

Oleh Almira Prima Rahma

Sekawanan titik air berdetik membasahi genting perumahan Air jernihnya menghidupkan kembali bunga yang telah lama layu Suhu dinginnya menyemaratakan panasnya aspal kota Petirnya membuat gaduh didalam jantung Dan diantara sekawanan titik hujan, ada kita Aku dan kau, berdua.. Dalam dekapan sebuah payung putih Empat kaki dan empat mata dalam satu dekapan Kurasakan detak jantung yang tiada biasa Bukan karena petir yang menyambar Bukan karena aku takut oleh tetesan hujan, Matamulah sinar yang menyambar perasaan Jemari tangan yang menggenggamku penuh kekhawatiran Langkah kaki kita yang sejalan nan searah Sayang, waktu berlari sangat kencang Baru hitungan detik kurasakan kehangatan ini Namun, Kilat menyambar Suara petir hari ini seolah membangunkanku dari lamunan Bahwa hujan kemarin sore telah berlalu Dan tak akan terulang kembali